Kontak Sales Motor Kawasaki Ngasem
Di tengah denyut Ngasem yang muda dan bercahaya, lahirlah getaran logam hijau yang membawa pesan tentang keberanian. Di sini, Kawasaki bukan hanya kendaraan — ia adalah nyawa yang berdenyut di dalam setiap mesin, melantunkan puisi tentang kebebasan dan keteguhan. Setiap desiran gasnya seperti kalimat yang menolak diam, setiap raungan mesinnya seperti bait yang ingin hidup di jalanan yang belum dinamai.
Ngasem, kota futuristik yang terus tumbuh di bawah langit penuh impian, menjadi panggung bagi keindahan mesin dan manusia yang berpadu. Di antara gedung kaca dan lengkung jalan yang halus, sosok Ninja melaju seperti kilatan mimpi, Z Series menggema sebagai suara keberanian, sementara Versys berkelana seolah mencari cakrawala baru. Semua bersatu dalam simfoni modern yang hanya bisa dimainkan oleh mereka yang berani hidup dalam gerak.
Dan jika di dadamu sudah terdengar getaran itu — getaran yang memanggil untuk menyalakan mesin pertama, maka jangan tunggu terlalu lama. Hubungi Sales Motor Kawasaki Ngasem pada nomor kontak di website ini, dan biarkan percakapan pertama itu menjadi awal perjalanan menuju kebebasan yang berdenyut di setiap roda dan nafas.
Saat Ini Halaman Web Sales Kawasaki Ngasem Sedang Kosong. Jadi Semua Informasi Harga, Promo Dan Lain Lain Di Dalam Web Ini Hanya Sebagai Contoh, Tidak Bisa Jadi Acuan Sampai Ada Sales Motor Kawasaki Ngasem Yang Mengisi Halaman Ini. Jika Anda Adalah Salesnya Dan Ingin Menyewa Halaman Ini Silahkan Hubungi Nomor WA Yang Ada Di Halaman Web Ini.

Jenifer Lauren ML
Sales Counter
Dealer Kawasaki Ngasem
Jl. Alamat Dealer Kawasaki Ngasem
Telp
0812-7744-xxxx
“Tekan No Telpon Di Atas Untuk Langsung Menghubungi”
WA
0812-7744-xxxx
“Tekan No WA Di Atas Untuk Langsung Chat Melalui WA”
Website
Kawasaki Ngasem
Promo Kawasaki Ngasem
Ada saatnya mesin tak lagi sekadar besi dan baut — melainkan denyut kehidupan yang menunggu disentuh. Di Ngasem, di antara kaca dan langit yang saling bercermin, Kawasaki menyalakan gairah lewat promo istimewa yang tak hanya menurunkan harga, tapi juga menaikkan semangat. Inilah masa di mana kecepatan menjadi bahasa, dan setiap motor adalah puisi yang menunggu pengendaranya untuk membaca dengan keberanian.
Nikmati promo spesial Kawasaki Ngasem — potongan harga yang terasa seperti angin pertama di pagi perjalanan. Dari Ninja 250 yang berlari ringan menembus jalan futuristik, hingga ZX-10R yang meraung di bawah langit kota yang berpendar hijau, semuanya kini hadir dengan penawaran yang membuat jantung berdetak lebih cepat.
Setiap pembelian kini membawa bonus perlindungan, cicilan ringan seperti nafas angin sore, dan pelayanan purna jual yang lembut seperti sahabat di tepi jalan panjang. Karena bagi Kawasaki, membeli motor bukan sekadar transaksi — tapi permulaan dari sebuah kisah, tentang keberanian, tentang kebebasan, tentang manusia yang memilih terus bergerak di dunia yang selalu berubah.
Hubungi Sales Motor Kawasaki Ngasem pada nomor kontak di website ini, sebelum senja promo ini tenggelam dan kesempatan berpindah ke hari lain. Biarkan mesin pertamamu menyala hari ini, dan dengarlah — itu bukan sekadar suara logam, melainkan panggilan untuk hidup lebih jauh, lebih kencang, lebih jujur.
Harga Kawasaki Ngasem
Di kota Ngasem yang bernafas dengan ritme masa depan, harga bukan sekadar angka di atas kertas — ia adalah gema dari impian yang telah diberi bentuk. Di sinilah setiap motor Kawasaki menjadi perwujudan dari perjalanan yang belum dimulai. Angkanya mungkin tampak seperti hitungan, tapi di baliknya, ada cerita tentang keberanian, tentang tangan yang menggenggam setang dengan tekad yang halus tapi pasti.
Ninja 250 berbisik lembut di kisaran seratus jutaan — bukan sekadar nilai, melainkan tiket menuju dunia yang lebih cepat dari kebimbangan. ZX-25R berdiri sedikit lebih tinggi, seolah berkata: keberanian punya harga, tapi nilainya tak pernah bisa ditakar. Lalu ZX-6R dan ZX-10R, di atas dua ratus jutaan, membawa janji yang lebih besar dari sekadar kecepatan — janji untuk menemukan diri di tengah desiran angin dan cahaya.
Sementara itu, Z Series — dari Z400 hingga Z900 — menari di antara keseimbangan dan tenaga, di rentang harga yang mengundang dan menggoda. Dan di ujung petualangan, Versys berdiri tegak, dengan harga yang sebanding dengan cakrawala yang siap dijelajahi. Di bawahnya, W175 dan W800 menatap masa lalu dengan senyum klasik, membisikkan bahwa nostalgia pun punya nilai yang layak dibayar.
Di Ngasem, harga-harga ini bukan sekadar daftar — melainkan peta rasa. Setiap rupiah adalah denyut, setiap cicilan adalah langkah kecil menuju kebebasan. Dan bila kau ingin mendengar kisah harga itu dengan nada yang lebih personal, hubungi Sales Motor Kawasaki Ngasem pada nomor kontak di website ini. Biarkan percakapanmu menjadi awal dari sajak panjang antara manusia, mesin, dan mimpi yang berputar di jalan kota yang tak pernah tidur.
Foto Penyerahan Unit
“Klik Foto Untuk Memperbesar”
Testimonial Kawasaki Ngasem

Ilustrasi By KontakSales.com
1. Raka Pratama – Pembeli Ninja ZX-25R
Aku tak membeli motor, aku membeli gema. Saat mesin Ninja ZX-25R kuhidupkan pertama kali di Ngasem, seluruh kota bergetar seperti sajak yang diserukan langit. Sales Kawasaki Ngasem tak hanya menjualku kendaraan, ia menjualku keyakinan bahwa kecepatan bisa punya makna.
2. Nadine Lestari – Pembeli Z900RS
Aku datang membawa rindu pada masa lalu, dan Sales Kawasaki Ngasem memberiku masa depan yang bergaya retro. Z900RS ini bukan sekadar motor — ia adalah waktu yang bisa dikendarai. Saat aku melaju di antara gedung kaca, aku merasa sedang menulis surat untuk hari-hari yang belum datang.
3. Dimas Kurnia – Pembeli Versys 650
Aku ingin menempuh jarak, bukan sekadar berpindah tempat. Sales Kawasaki Ngasem memberiku Versys 650, dan sejak itu setiap kilometer menjadi kalimat. Setiap perjalanan, sebuah puisi yang hanya bisa dibaca dengan angin dan debu.
4. Alisa Putri – Pembeli Ninja 250
Hari itu aku datang hanya untuk melihat, tapi Sales Kawasaki Ngasem tahu bahwa setiap pandangan punya takdir. Ninja 250 ini seperti melodi yang menunggu untuk dimainkan — lembut di awal, liar di ujung jalan. Kini, setiap aku menyalakan mesin, hatiku ikut hidup.
5. Fajar Aditya – Pembeli W175TR
Aku mencari sesuatu yang sederhana tapi punya jiwa, dan Sales Kawasaki Ngasem memberiku W175TR — motor yang bicara dengan sunyi. Tak ada kemewahan berlebih, hanya kejujuran yang terdengar di setiap deru knalpot. Di antara gedung tinggi, aku menemukan ketenangan yang klasik.
6. Citra Maheswari – Pembeli Z e-1
Suara motor ini tak berisik, tapi menggetarkan. Sales Kawasaki Ngasem memperkenalkanku pada masa depan yang hening — listrik dan cahaya, tanpa asap, tanpa ragu. Z e-1 bukan sekadar kendaraan, ia adalah perasaan bersih yang meluncur di jalan kota.
7. Rendy Satria – Pembeli Ninja H2
Aku pikir aku membeli kecepatan, ternyata aku membeli kekaguman. Saat H2 meraung di bawah jembatan Ngasem, aku tahu aku sedang berbicara dengan sesuatu yang lebih besar dari logam. Sales Kawasaki Ngasem menatapku dan tersenyum — seolah tahu, bahwa ini bukan sekadar pembelian, tapi pertemuan antara manusia dan legenda.
8. Sinta Dewi – Pembeli W800 Café
Kupikir motor hanyalah alat, tapi W800 Café ini mengajarkanku bahwa gaya bisa punya jiwa. Sales Kawasaki Ngasem melayaniku seperti sedang meracik puisi. Kini, setiap kali aku berkendara di senja Ngasem, orang-orang tak hanya melihatku — mereka mendengar getaranku.
9. Bagus Ramadhan – Pembeli KLX230SM
Aku datang dengan sepatu penuh lumpur dari mimpi lama, dan Sales Kawasaki Ngasem menyambut dengan senyum dan mesin hijau yang menantang. KLX230SM menjadi sayapku di antara kota dan alam. Kini aku tahu, kebebasan punya suara — dan suaranya berasal dari dalam dada, bukan dari knalpot.
10. Livia Anggraini – Pembeli Vulcan S
Aku memilih motor ini karena ingin melambat, bukan berhenti. Sales Kawasaki Ngasem memahaminya, memberi Vulcan S yang tenang tapi penuh daya. Setiap perjalanan menjadi meditasi, setiap lampu merah adalah jeda yang indah. Aku tak lagi mengejar waktu — aku menungganginya.
Produk Kawasaki Ngasem

Ilustrasi By KontakSales.com
1. Ninja 250 di Ngasem
Di lorong kaca dan baja Ngasem,
kau meluncur — biru-hijau kilap seperti kilauan ombak kota malam.
250 cc bukan sekadar angka: ia napas muda yang tak sabar,
dan banmu mengukir jejak pertama di aspal yang masih dingin.
Di bawah lampu jalan tinggi, kau bergema: “mulai”.
2. Ninja ZX‑25R di Ngasem
Empat silinder kecil berseru serempak,
menjadi orkestra mekanik di tengah grid gedung pencakar angin.
Kau menembus udara Ngasem dengan gemuruh yang terukur,
seperti detak jantung mencari puncak.
Di tiap tikungan, kau menyematkan keberanian sebagai cap.
3. Ninja ZX‑4RR di Ngasem
Suara tinggi dari silinder-silinder beradu melantun di udara beton,
kau adalah kilatan cahaya yang membelah malam kota.
R-R untuk “race” dan “reborn” — di Ngasem kau hadir bukan untuk hanya melaju,
tapi menuliskan legenda di jalan lurus dan tikungan tersembunyi.
4. Ninja ZX‑6R di Ngasem
Seperti panther urban, bodimu melayang dari bayang ke bayang.
600-lebih tak hanya angka, tapi janji keberlanjutan kecepatan.
Di sela gedung-gedung, angin pun berhenti sejenak untuk melihatmu.
Kau mendefinisikan “agresif elegan” di antara lampu ne-on dan malam panjang.
5. Ninja ZX‑10R di Ngasem
Silinder besar, nadamu berat, seperti lagu rahasia bagi jiwa yang mencari puncak.
Ngasem menjadi arena — kau menari di antara refleksi kaca tinggi,
łasman kecepatan yang jarang dipahami oleh jalan biasa.
Kau bukan hanya melaju — kau melampaui bayangmu sendiri.
6. Ninja H2 di Ngasem
Supercharged, suara kau mengguncang langit kota.
H – hydrogen, H – heroisme dalam anatomi mesin.
Ngasem tunduk pada gerakanmu yang liar terkontrol,
dan di balik helm, ada mata yang memandang masa depan dengan senyum.
7. Z125 PRO di Ngasem
Kompak, ringkas, namun penuh semangat di jalan-jalan kecil kota.
125 cc tapi jiwa besar: kau melesat di trotoar imaji,
melewati grafiti dan suara kehidupan urban.
Ngasem mengenalmu sebagai eksplorasi kecil — namun bermakna.
8. Z900RS di Ngasem
Retro bertemu modern: garis klasik tersinari LED,
kau berjalan tenang di malam Ngasem, seakan-akan membawa nostalgia masa depan.
Z900RS bukan sekadar motor, melainkan manifesto;
bahwa keindahan masa lalu dapat hidup dalam kecepatan masa kini.
9. Z900 di Ngasem
Telanjang, tanpa fairing berlebihan, kau pamer otot logam di jalanan.
900 cc berarti janji dorongan, tapi kau melaju dengan kesadaran.
Ngasem memantulkan cahaya bodimu: bukan sekadar pantulan,
tapi harapan bahwa kekuatan bisa diangkut dengan kesederhanaan.
10. Z1000 di Ngasem
Kota ℅ mesin, mesin ℅ kota — kau adalah kekacauan teratur.
Angka 1000 adalah loncatan ke medan di mana suara knalpot jadi karya seni.
Ngasem tak lagi hanya ruang; ia menjadi panggungmu.
Di sana kau berdiri—tegak, gigih, tak terbendung.
11. VERSYS‑X 250 di Ngasem
Petualang urban. 250 cc namun mata tertuju ke horizon.
Di antara gedung-gedung dan trotoar, kau memilih jalurmu sendiri.
Versys-X membawa dualitas: kenyamanan dan kegesitan.
Ngasem jadi titik awal — namun kau melangkah jauh.
12. VERSYS 650 di Ngasem
Dua silinder yang merdu, siap membelah asfalt kota dan rute keluar kota.
650 cc adalah jembatan antara perkotaan dan petualangan.
Ngasem menjadi tempatmu bersiap: mesin hidup, helm dikencangkan —
kemudian kau membentang sayap ke jalan terbuka.
13. VERSYS 1000 di Ngasem
Lebih besar, lebih bijaksana, namun tetap menantang.
1000 cc bukan hanya ‘lebih cepat’; ia adalah ‘lebih jauh’.
Di bawah langit Ngasem kau memandang jalan yang belum ditempuh.
Petualanganmu bukan sekadar melaju — tapi memahami.
14. VERSYS 1100 di Ngasem
Puncak varian petualang kota-jalan terbuka.
1100 cc adalah denyut petualangan besar, peregangan ke dunia tanpa batas.
Ngasem menjadi landasan take-off — kau melaju, kemudian terbang.
Dan saat kau berhenti, kota pun sedikit lebih luas karena jejakmu.
15. W175 di Ngasem
Klasik mini: 175 cc, tubuh ramping, nostalgia terbawa jalan.
Kau melintasi Ngasem dengan senyap, seperti bayangan masa lalu di tengah neon.
Ini bukan soal kecepatan tertinggi — tapi elegansi sederhana yang tak lekang.
16. W175 CAFE di Ngasem
Versi café-racer dari W175: rendah, lekuk tubuh memikat, pengendara menunduk ke masa.
Di Ngasem, kau menyisir jalan-jalan kota seperti barista melayani espresso di pagi akhir pekan.
Setiap tarikan gasmu adalah aroma pagi yang membangkitkan.
17. W175TR di Ngasem
Trail kecil di wilayah urban: kau membawa semangat off-road ke akses jalan kota.
W175TR menyodorku dua dunia: aspal dan kerikil yang bergema di pikiran.
Ngasem saksinya — gedung-gedung memantulkan jejak banmu yang tak biasa.
18. W230 di Ngasem
Simpel, nyentrik, dan sedikit nakal: W230 melintas dengan gaya tersendiri.
Kau bukan motor terbesar, tapi kau punya karakter yang tak bisa diabaikan.
Ngasem memberimu panggung kecil yang terang — kau tampil tanpa bayang.
19. W800 di Ngasem
Mesin klasik besar yang menggema di tengah struktur modern kota.
W800 seperti zaman lampau yang tak ingin hilang — di antara beton, ia bersuara “ini aku”.
Ngasem menyambutmu sebagai nostalgia yang hidup.
20. W800 CAFE di Ngasem
Kombinasi retro dan kecepatan café-racer: kau melaju di tengah kota dengan aura sakral.
Di balik helm, ada senyuman pemimpin perkumpulan malam.
Ngasem menjadi latar—kau adalah adegan.
21. MEGURO S1 di Ngasem
Elegan, eksklusif, sedikit misteri — S1 mengundang pandang di jalan kota.
Gaya klasik bertemu urban futuristik di Ngasem, kau adalah perpaduan.
Mesin yang bersuara halus, namun kuat di tiap putaran.
22. ELIMINATOR di Ngasem
Chopper gaya bebas, stang tinggi, tubuh memanjang: kau adalah gerakan anti-arahan.
Di Ngasem, kau bergoyang dalam malam, angin menerpa jaket kulitmu.
Kau bukan sekadar motor—kau adalah deklarasi.
23. di Ngasem
Cruiser modern yang santai namun penuh karakter.
VULCAN S melaju di boulevard Ngasem dengan langkah tenang,
tapi tak bisa disangka: di balik gaya santai itu terdapat kekuatan.
Kau mengajari kota bahwa kecepatan tak selalu harus menyerbu.
24. D‑TRACKER X di Ngasem
Supermoto kecil yang ganas di tikungan kota.
Ban sempit, suspensi tinggi, kau melompatima dengan penuh semangat.
Ngasem jadi sirkuit kota—kau adalah rider bebas yang menantang batas.
25. STOCKMAN di Ngasem
Motor utilitarian yang ringan, cocok untuk harian namun punya jiwa petualang.
STOCKMAN menjelajah antara sudut jalan Ngasem yang belum dikenal.
Kau adalah teman setia, bukan hanya kendaraan.
26. KLX150SM di Ngasem
Supermoto ringan yang siap bikin kegaduhan.
Ngasem bukan medan off-road, tapi kau menciptakan jalurmu sendiri di kota.
Ban besar, suara yang menggoda — kau menembus rutinitas.
27. KLX150 S di Ngasem
Trail urban yang tak ingin dibatasi oleh trotoar.
150 cc namun semangat besar: kau menapak jejak aspal dengan keyakinan.
Ngasem menjadi panggungmu untuk menyambung kota dan hutan di imaji.
28. KLX230 SHERPA di Ngasem
Sherpa—pengantar ke puncak, meskipun puncakmu adalah gedung pencakar angin.
230 cc berani membawa kau ke jalanan kota, dan mungkin suatu hari ke bukit.
Di Ngasem, kau sudah di titik awal petualangan.
29. KLX110R di Ngasem
Pintar, ringkas, dan nakal: cocok untuk pemula yang ingin merasakan getar.
Di malam Ngasem, kau memecah keheningan dengan suara kecilmu—tapi perhatian besar.
Jejakmu mungkin kecil, tapi gagah.
30. KLX150SM SE di Ngasem
Edisi spesial yang terlahir untuk menonjol.
150 cc supermoto dengan elemen unik; kau adalah pernyataan gaya di antara seri-standar.
Ngasem jadi galeri hidupmu—orang berhenti, menatap, tertarik.
31. KLX150 di Ngasem
150 cc trail jalanan yang fleksibel—kau siap menerima tikungan dan jalur lurus.
Ngasem bertransformasi saat kau melaju; gedung menjadi blur, lampu menjadi jejak.
Kau adalah konektor antara imaji kota dan kerinduan alam.
32. KLX230 Ngasem menjadi latarmu: bukan sekadar sebagai jalan pulang,
tapi sebagai panggung ekspresi.
Kau bersuara, kota mendengar.
33. KLX140R di Ngasem
Lebih kecil dari 230 tapi tak kalah berani.
140 cc, tubuh ramping, cocok untuk manuver di antara kehidupan kota.
Ngasem yang besar terasa lebih hangat saat kau melintas.
34. KLX230SM di Ngasem
Supermoto 230 yang siap mendominasi tikungan jalanan kota.
Ban besar, gaya tajam — kau mempercepat denyut Ngasem.
Kau bukan background; kau adalah atraksi.
35. KLX150 SE di Ngasem
Edisi spesial trail kecil yang penuh semangat.
150 cc, fitur lebih, kehadiran lebih terasa.
Di Ngasem kau tak hanya lewat; kau diperhatikan.
36. KLX250 di Ngasem
250 cc trail untuk pengendara yang menginginkan lebih dari sekadar aspal.
Ngasem mungkin latar urban, namun kau membawa jiwa petualang ke kota.
Elemen petualangan di tengah beton.
37. KLX230R di Ngasem
230 cc, R untuk “race” atau “rugged”.
Kau mengubah Ngasem menjadi lintasan kecil di mana roda-roda berputar bebas.
Kota ini bukan kotak; untukmu ia menjadi playground.
38. KX65 di Ngasem
Kecil, ringan, aktif.
65 cc namun semangatnya tak kecil: kau lompati batas imajinasi.
Ngasem jadi latar yang tak terduga untuk keberanian muda.
39. KX250 di Ngasem
250 cc motocross — medan kota pun bisa kau taklukkan.
Gedung-gedung tinggi, jalan lurus, tikungan dramatis; kau menganggapnya sebagai lintasan.
Ngasem menjadi sirkuit tak resmi.
40. KX250X cc motocross yang siap tantang kota.
Kau mengubah Ngasem menjadi lanskap petualangan, bukan hanya hunian beton.
41. KX85 di Ngasem
85 cc — usia remaja, mesin yang lapar pengalaman.
Di tengah Ngasem yang matang, kau hadir sebagai energi segar.
Jejak banmu mungkin kecil, tapi suara kau besar.
42. KX450 di Ngasem
450 cc — kekuatan yang tak menunggu izin.
Kau menggelegar di jalan kota, seakan telah terbiasa melompati rintangan.
Ngasem menjadi saksi bahwa motor tak perlu “hanya” untuk jalan.
43. KX450X di Ngasem
Varian X dari 450: lebih siap untuk cross-terrain, meskipun terparkir di tepian kota.
Kau mengajak Ngasem membuka celah ke jalur yang belum tertapaki.
Dan di malam kota, kau berderu sebagai bisikan petualang.
44. KX112 di Ngasem
112 cc, nomor yang terkesan kecil tapi punya semangat besar.
Kau adalah simbol bahwa bukan ukuran besar yang menentukan—bahkan yang kecil bisa melaju jauh.
Ngasem mendengar langkahmu kecil, dan tersenyum.
45. Ninja e‑1 di Ngasem
Elektrik, sunyi, masa depan.
Tanpa raungan mesin bensin, kau melaju melewati trotoar Ngasem yang bersinar.
e-1 bukan hanya motor; ia adalah bisikan bahwa perubahan telah datang.
Langkahmu hening, namun gema-mu besar.
46. Z e‑1 di Ngasem
Nak, gaya naked bike di era baru: elektrik, minimal, modern.
Kau menatap lampu kota Ngasem dengan kejernihan baru.
Z e-1 mengajak kota untuk berdansa dengan masa depan—tanpa knalpot, namun tetap bergema.
Penutup

Ilustrasi By KontakSales.com
Dan kini, ketika halaman ini perlahan mencapai akhirnya, biarkan setiap kata menjadi gema dari suara mesin yang tak pernah padam. Di kota Ngasem yang berdiri seperti cermin masa depan — dengan jalan-jalan yang berkilau oleh ambisi, dan langit yang menyimpan seribu pantulan mimpi — Kawasaki hadir bukan sekadar sebagai merek, tetapi sebagai napas yang menghidupkan setiap pengendara yang menolak menjadi biasa.
Setiap model yang melintas di halaman ini bukan hanya daftar produk, melainkan kisah — kisah tentang keberanian manusia untuk bergerak, tentang hasrat untuk menaklukkan jalan dengan cara yang indah. Di antara dinding kaca dan taman kota, suara Ninja, Z Series, dan Versys berpadu seperti orkestra urban yang menyanyikan lagu kebebasan. Mereka tidak hanya berjalan di atas aspal, tetapi juga di dalam diri mereka yang mengendarai: di dada yang bergetar, di mata yang menatap jauh, di tangan yang menggenggam kuat karena tahu arah hidupnya sendiri.
Ngasem menjadi panggung, dan kamu — para pengendara — adalah puisinya. Setiap jalan menjadi bait, setiap tikungan menjadi metafora dari perjalanan hidup yang berani. Kawasaki tidak menjual kendaraan; ia menawarkan perjalanan menuju versi terbaik dari dirimu sendiri. Ia memberi kesempatan untuk berbicara dengan angin, berdialog dengan waktu, dan menulis kisah tanpa jeda di atas jalan yang terus bergerak.
Dan jika setelah membaca ini jantungmu berdetak sedikit lebih cepat, mungkin itu tanda. Tanda bahwa jalanan sudah memanggilmu, bahwa mesin itu sudah menunggumu dengan sabar, bahwa dunia di luar sana ingin kau jelajahi. Maka dengarkanlah getarannya. Hubungi Sales Motor Kawasaki Ngasem pada nomor kontak di website ini, dan biarkan perbincangan sederhana menjadi awal dari perjalanan panjangmu bersama suara hijau yang tak pernah mati.
Karena pada akhirnya, hidup bukan soal berhenti di tujuan, melainkan soal berani berangkat. Dan di Ngasem — kota yang tak pernah tidur, kota yang terus bermimpi — setiap pengendara Kawasaki adalah penyair di atas roda, menulis kisahnya sendiri di antara lampu-lampu malam dan napas kecepatan yang tak terbatas.






